Cara Membuat Surat Izin Pertamini

Cara Membuat Surat Izin Pertamini - Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang "Izin Usaha Jualan Bensin Eceran", cara yang saya maksud adalah cara mengurus perijinan dalam hal usaha pertamini yang meliputi usaha jual sparepart pertamini, usaha perakitan mesin pom pertamini dan usaha jualan sparepart pertamini. Banyak yang bertanya hususnya yang mau memulai usaha julan bensin eceran menggunakan unit Mesin Pertamini, rata rata pertanyaan yang masuk adalah tentang bagaimana cara membuat izin jualanya, bagaimana ijinnya, kemana membuat ijinnya, harus membuat ijin atau tidak dan sebagainya (ini menurut salahsatu penjual mesin pertamini yang sering mendapatkan pertanyaan demikian).

Cara Membuat Surat Izin Pertamini
Proses mendapatkan surat izin usaha ini cukup mudah. Anda hanya perlu mengikuti prosedur yang diarahkan oleh pom bensin besar atau di SPBU di tempat Anda. Saat mendatangi pom bensin besar atau SPBU, biasanya Anda akan diminta oleh karyawan kantor SPBU untuk mengisi formulir terkait dengan surat izin usaha pertamini. Dalam hal ini, Anda akan dikenakan biaya administrasi surat izin usaha berjualan bensin. Biasanya berkisar antara Rp 200 ribuan. Manfaat surat izin usaha ini penting salah satunya adalah agar bisa mendapatkan pasokan bensin pertamini dari SPBU.

Cara Mendapatkan Izin Usaha Pertamini dan Dokumen yang Dibutuhkan
Setiap menjalankan usaha apapun, Anda diharuskan untuk membuat Izin Usaha. Hal ini dilakukan agar Anda tidak mendapatkan halangan di tengah jalan nantinya selama menjalankan bisnis. Dengan adanya surat izin ini, maka secara hukum bisnis yang Anda jalani adalah legal. Sehingga bisa dipertanggung jawabkan dengan baik. Jika Anda tidak memiliki izin usaha, maka pihak SPBU juga akan menyulitkan Anda dengan memberikan bensin dalam jumlah volume yang sedikit. Padahal sebagai pengusaha tentunya Anda ingin menjual banyak bensin setiap harinya.

Tanpa surat izin, Anda tidak akan bisa menjual bensin sampai dengan 300 liter per hari. Karena pihak SPBU pastinya akan membatasi jumlah bensin yang dijual pada pengecer. Karena berdasarkan peraturan yang ada saat ini, masyarakat tidak boleh membeli bahan bakar minyak atau bensin dalam bentuk dirijen. Untuk bisa diperbolehkan, Anda harus bisa mengantongi surat izin khusus dari pihak dinas perindustrian agar bisnis Anda dianggap legal dan memenuhi syarat untuk menjual bensin secara bebas. Oleh karena itu, selalu usahakanlah agar mesin pertamini Anda sudah mendapatkan izin usaha pertamini.
Baca juga: Harga Mesin Pertamini Digital 1 Nozzle
Berdasarkan peraturan BPH Migas Nomor 6 Tahun 2015 yang dikutip dari situs BPH Migas maka syarat menjadi sub penyalur BBM atau pos bensin mini. Peraturan ini memang sengaja dibuat untuk menjamin ketersediaan dan kelancaran pendistribusian BBM tertentu dan jenis BBM khusus penugasan di
  • Anggota dan atau perwakilan masyarakat yang akan menjadi sub penyalur dan memiliki kegiatan usaha dagang dan/ atau usaha yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa.
  • Lokasi pendirian Sub Penyalur memenuhi standar keselamatan kerja dan lindungan lingkungan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
  • Memiliki sarana penyimpanan dengan kapasitas paling banyak Rp3000 liter dan memenuhi persyaratan teknis keselamatan kerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  • Memiliki atau mengusai alat angkut BBM yang memenuhi standar pengangkutan BBM yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  • Memiliki peralatan penyaluran yang memenuhi persyaratan teknis dan keselamatan kerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  • Memiliki izin lokasi dari pemerintah daerah setempat untuk dibangun fasilitas sub penyalur.
  • Lokasi yang akan dibangun saran Sub Penyalur secara umum berjarak minimal 5 km dari lokasi penyalur berupa APMS terdekat, atau 10 km dari penyalur berupa SPBU terdekat atas pertimbangan lain yang bisa dipertanggungjawabkan.
  • Memiliki data konsumen pengguna yang kebutuhannya telah diverifikasi oleh pemerintah daerah setempat. 
Cara untuk membuat surat izin pada dasarnya mudah asalkan ada kemauan langsung dari Anda untuk mengikuti prosedur yang ada. Sebab setiap bisnis atau usaha yang dijalani, membutuhkan legalitas dari instansi terkait dan pemerintah agar tidak tersendat nantinya. Jika Anda memang ingin mengikuti aturan dan prosedur yang ada, maka datanglah ke dinas perindustrian dan perdagangan serta pihak pertamina untuk mendapatkan formulir atau surat pendaftaran mendirikan pom bensini mini. Selanjutnya, Anda isi semua data yang dibutuhkan dalam formulir dengan sebenar-benarnya. Tidak berhenti sampai disitu, Anda juga harus mendapatkan izin dari lingkungan sekitar mulai dari RT, RW, pihak desa, kelurahan setempat, dinas serta kepolisian setempat.

Agar semua proses dan perosedur perizinan tersebut berjalan lancar, tentu saja Anda harus mengeluarkan biaya. Masing-masing perizinan mematok biaya yang berbeda-beda setiap daerahnya. Sehingga terkait hal ini, Anda harus bertanya langsung kepada yang bersangkutan.
Baca juga: Peluang Usaha Menjual Bensin Eceran
Saat meminta surat izin usaha pertamini ke dinas perindustrian dan perdagangan, Anda akan diarahkan untuk membuat SIUP atau Surat Izin Usaha Perdagangan. Setiao orang yang mempunyai usaha, wajib memiliki surat ini. Sebab SIUP berguna sebagai keterangan atau alat bukti bahwa usaha yang dijalankan tersebut legal karena sudah mendapatkan persutujuan dari pemerintahan terkait dengan kegiatan usaha. Surat perizinan ini sangatlah penting bagi pelaku bisnis yang sudah berbadan hukum baik yang membuka usaha skala kecil maupun bisnis dengan skala besar.

Semua jenis usaha membutuhkan SIUP agat mendapatkan pengesahan dan juga pengakuan dari pemerintah terkait dengan bisnis yang dijalankan. Pada dasarnya, surat izin usaha ini dibedakan menjadi tiga kategori berdasarkan besar kecilnya dana modal yang dipakai untuk melalkukan kegiatan usaha. Hal ini tercantum dalam peraturan menteri perdagangan terkait dengan penerbitan SIUP atau surat izin usaha. Berikut ini adalah jenis-jenis yang harus Anda ketahui sebelum memulai bisnis pertamini.

Untuk Perusahaan Perseorangan adalah sebagai berikut:
  1. Materai senilai Rp. 6.000
  2. Foto Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 cm (sebanyak 2 lembar).
  3. Izin lain yang terkait usaha yang dijalankan.
  4. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemegang saham perusahaan
  5. Fotokopi NPWP
  6. Surat keterangan domisili atau SITU
  7. Neraca perusahaan
Masing-masing perizinan biasanya dipatok biaya yang berbeda-beda setiap daerahnya. Tetapi biasanya biaya yang dikenakan sekitar Rp200ribuan.  Namun untuk lebih jelasnya Anda bisa langsung bertanya kepada petugas administrasinya. Dengan adanya SIUP (Surat Izin Usaha), maka usaha yang anda jalankan akan sangat aman dan terhindar dari hal hal yang tidak di inginkan, seperti penggusuran dll. Terima kasih sudah mau membaca artikel yang kami bagikan dan semoga dapat membantu agan-agan yang baru saja mau memulai mengembangkan bisnisnya menjual bensin eceran dengan menggunakan ALAT POMPA MESIN PERTAMINI DIGITAL.
Share:
Copyright © Jual Pertamini - Mesin Pertamini Digital Murah